<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kumpulan Skripsi Universitas Lampung</title>
	<atom:link href="http://skripsi.unila.ac.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://skripsi.unila.ac.id</link>
	<description>Official Site</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Oct 2009 10:04:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>UJI KETAHANAN BEBERAPA GALUR DAN VARIETAS JAGUNG (Zea mays L.)TERHADAP PENYAKIT KARAT (Puccinia polysora U.) DAUN JAGUNG</title>
		<link>http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/uji-ketahanan-beberapa-galur-dan-varietas-jagung-zea-mays-l-terhadap-penyakit-karat-puccinia-polysora-u-daun-jagung/</link>
		<comments>http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/uji-ketahanan-beberapa-galur-dan-varietas-jagung-zea-mays-l-terhadap-penyakit-karat-puccinia-polysora-u-daun-jagung/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 10:04:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pertanian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://skripsi.unila.ac.id/?p=7453</guid>
		<description><![CDATA[ABSTRAK
UJI KETAHANAN BEBERAPA GALUR DAN VARIETAS JAGUNG
(Zea mays L.)TERHADAP PENYAKIT KARAT (Puccinia polysora U.)
DAUN JAGUNG
Oleh
Susan Wulandari1, Joko Prasetyo2, Muhammad Nurdin2
Jagung (Zea mays L.) adalah bahan makanan pokok kedua setelah padi.  Penyakit karat daun jagung merupakan salah satu penyakit penting pada pertanaman jagung.  Salah satu cara pengendalian penyakit tersebut adalah dengan menggunakan varietas tahan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>ABSTRAK</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>UJI KETAHANAN BEBERAPA GALUR DAN VARIETAS JAGUNG<br />
(Zea mays L.)TERHADAP PENYAKIT KARAT (Puccinia polysora U.)<br />
DAUN JAGUNG</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Susan Wulandari1, Joko Prasetyo2, Muhammad Nurdin2</strong></p>
<p>Jagung (Zea mays L.) adalah bahan makanan pokok kedua setelah padi.  Penyakit karat daun jagung merupakan salah satu penyakit penting pada pertanaman jagung.  Salah satu cara pengendalian penyakit tersebut adalah dengan menggunakan varietas tahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketahanan beberapa galur dan varietas jagung terhadap penyakit karat daun jagung, serta mengetahui pengaruh penyakit karat terhadap bobot biji kering jagung. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Jagung PT Monsanto Indonesia cabang Lampung di desa Kibang, Kecamatan Metro Kibang, Kabupaten Lampung Timur, dari bulan Januari-April 2009.  Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan.  Sebagai perlakuan adalah lima galur  C211, D173, D175, F006, F013, dan empat varietas lain sebagai pembanding adalah DK3, P21, NK22, dan BISI2.  Data yang dikumpulkan berupa keparahan penyakit karat daun jagung dan bobot biji kering jagung.  Selanjutnya data yang diperoleh diolah secara statistik dengan menggunakan sidik ragam.  Apabila terdapat beda nyata, kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur yang diuji memiliki tingkat ketahanan terhadap penyakit karat daun yang berbeda – beda.  Empat galur yang diuji yang menunjukkan keparahan penyakit karat daun  terendah adalah F013 (37,3%), kemudian galur D175 (41,5%), F006 (42,4%) dan D173 (42,6%).  Sedangkan galur C211 (46,8%) merupakan galur dengan keparahan penyakit karat tertinggi. Sedangkan untuk bobot biji kering jagung tertinggi hingga terendah dari empat galur yang diuji berdasarkan bobot biji kering per sampel tanaman adalah F013 (924,5 gr), C211 (864,5 gr), D175 (752,6 gr), D173 (708,5 gr) dan F006  (529,1 gr).</p>
<p><strong><em>Download Versi</em></strong> <a href=" http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/10/UJI-KETAHANAN-BEBERAPA-GALUR-DAN-VARIETAS-JAGUNG-_Zea-mays-L._TERHADAP-PENYAKIT-KARAT-_Puccinia-polysora-U._-DAUN-JAGUNG.pdf"><img title="PDF-icon_30x30" src="http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/07/PDF-icon_30x30.gif" alt="PDF icon 30x30 UJI KETAHANAN BEBERAPA GALUR DAN VARIETAS JAGUNG (Zea mays L.)TERHADAP PENYAKIT KARAT (Puccinia polysora U.) DAUN JAGUNG" width="30" height="30" />|</a><a href=" http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/10/UJI-KETAHANAN-BEBERAPA-GALUR-DAN-VARIETAS-JAGUNG-Zea-mays-L.TERHADAP-PENYAKIT-KARAT-Puccinia-polysora-U.-DAUN-JAGUNG.doc"><img title="word-icon30x30" src="http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/07/word-icon30x30.jpg" alt="word icon30x30 UJI KETAHANAN BEBERAPA GALUR DAN VARIETAS JAGUNG (Zea mays L.)TERHADAP PENYAKIT KARAT (Puccinia polysora U.) DAUN JAGUNG"  /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/uji-ketahanan-beberapa-galur-dan-varietas-jagung-zea-mays-l-terhadap-penyakit-karat-puccinia-polysora-u-daun-jagung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UJI KUALITAS PROTEIN SECARA IN VIVO PADA FORMULASI SUSU JAGUNG MANIS KACANG HIJAU</title>
		<link>http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/uji-kualitas-protein-secara-in-vivo-pada-formulasi-susu-jagung-manis-kacang-hijau/</link>
		<comments>http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/uji-kualitas-protein-secara-in-vivo-pada-formulasi-susu-jagung-manis-kacang-hijau/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 09:58:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pertanian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/uji-kualitas-protein-secara-in-vivo-pada-formulasi-susu-jagung-manis-kacang-hijau/</guid>
		<description><![CDATA[UJI KUALITAS PROTEIN SECARA IN VIVO PADA FORMULASI SUSU JAGUNG MANIS KACANG HIJAU
Oleh
Aldes Agus Wahyudi SR1), Ir. Sri Setyani, M.S2), Ir. Medikasari, M.Si2)
ABSTRAK
Salah satu cara untuk mengantisipasi masalah kekurangan kalori protein yang dapat dilakukan adalah dengan mengkonsumsi pangan yang beraneka ragam. Dengan konsumsi bahan pangan yang beraneka ragam, maka kekurangan zat gizi dari satu jenis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>UJI KUALITAS PROTEIN SECARA IN VIVO PADA FORMULASI SUSU JAGUNG MANIS KACANG HIJAU</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Aldes Agus Wahyudi SR1), Ir. Sri Setyani, M.S2), Ir. Medikasari, M.Si2)</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>ABSTRAK</strong></p>
<p>Salah satu cara untuk mengantisipasi masalah kekurangan kalori protein yang dapat dilakukan adalah dengan mengkonsumsi pangan yang beraneka ragam. Dengan konsumsi bahan pangan yang beraneka ragam, maka kekurangan zat gizi dari satu jenis zat pangan akan dilengkapi oleh gizi dari pangan lainnya. Kualitas protein dalam suatu bahan makanan dapat diketahui dengan melakukan pengujian. Salah satu metode untuk mengevaluasi nilai gizi protein adalah secara in vivo.</p>
<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan formulasi susu jagung manis dengan kacang hijau yang menghasilkan nilai gizi terbaik. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Perlakuanya yaitu formula susu jagung manis kacang hijau germinasi, formula susu jagung manis kacang hijau tanpa germinasi, formula susu jagung manis dan formula susu kacang hijau. Data yang diperoleh dianalisis kesamaan ragamnya dengan uji Bartlet dan kemenambahan data diuji dengan uji Tuckey serta analisis sidik ragam untuk mendapatkan penduga ragam galat. Data kemudian dianalisis lebih lanjut dengan beda nyata terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%.</p>
<p>Hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa formulasi susu jagung manis kacang hijau germinasi memiliki nilai protein  efficiency ratio (PER) dan daya cerna lebih rendah dari pada produk susu full cream, sebaliknya lebih tinggi dari pada formulasi susu jagung manis, susu kacang hijau, susu jagung manis kacang hijau non germinasi dan tepung maizena. Perkembangan berat badan tikus pada formulasi susu jagung manis kacang hijau germinasi lebih rendah dari produk susu full cream akan tetapi lebih tinggi dari formulasi susu jagung manis, susu kacang hijau dan susu jagung manis kacang hijau non germinasi. Formulasi yang didapatkan mempunyai nilai gizi terbaik adalah formulasi susu jagung manis kacang hijau germinasi dengan nilai protein efficiency ratio (PER) 1,416 dan daya cerna 79,61 %.</p>
<p>Kata kunci: in vivo, protein, jagung, kacang hijau, germinasi</p>
<p><strong><em>Download Versi</em></strong> <a href=" http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/10/UJI-KUALITAS-PROTEIN-SECARA-IN-VIVO-PADA-FORMULASI-SUSU-JAGUNG-MANIS-KACANG-HIJAU.pdf"><img title="PDF-icon_30x30" src="http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/07/PDF-icon_30x30.gif" alt="PDF icon 30x30 UJI KUALITAS PROTEIN SECARA IN VIVO PADA FORMULASI SUSU JAGUNG MANIS KACANG HIJAU" width="30" height="30" /></a> |  <a href=" http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/10/UJI-KUALITAS-PROTEIN-SECARA-IN-VIVO-PADA-FORMULASI-SUSU-JAGUNG-MANIS-KACANG-HIJAU.doc"><img title="word-icon30x30" src="http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/07/word-icon30x30.jpg" alt="word icon30x30 UJI KUALITAS PROTEIN SECARA IN VIVO PADA FORMULASI SUSU JAGUNG MANIS KACANG HIJAU"  /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/uji-kualitas-protein-secara-in-vivo-pada-formulasi-susu-jagung-manis-kacang-hijau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UJI KETAHANAN BEBERAPA GALUR DAN VARIETAS JAGUNG (Zea mays L.)TERHADAP PENYAKIT HAWAR PELEPAH (Rhizoctonia solani Kuhn)</title>
		<link>http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/uji-ketahanan-beberapa-galur-dan-varietas-jagung-zea-mays-l-terhadap-penyakit-hawar-pelepah-rhizoctonia-solani-kuhn/</link>
		<comments>http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/uji-ketahanan-beberapa-galur-dan-varietas-jagung-zea-mays-l-terhadap-penyakit-hawar-pelepah-rhizoctonia-solani-kuhn/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 09:52:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pertanian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/uji-ketahanan-beberapa-galur-dan-varietas-jagung-zea-mays-l-terhadap-penyakit-hawar-pelepah-rhizoctonia-solani-kuhn/</guid>
		<description><![CDATA[ABSTRAK
UJI KETAHANAN BEBERAPA GALUR DAN VARIETAS JAGUNG
(Zea mays L.)TERHADAP PENYAKIT HAWAR PELEPAH
(Rhizoctonia solani Kuhn)
Oleh
Luky Adrian1, Joko Prasetyo2, Muhammad Nurdin2
Jagung (Zea mays L.) adalah bahan makanan pokok kedua setelah padi. Penyakit hawar pelepah merupakan salah satu penyakit penting pada pertanaman jagung. Salah satu cara pengendalian penyakit tersebut adalah dengan menggunakan varietas tahan. Penelitian ini bertujuan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>ABSTRAK</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>UJI KETAHANAN BEBERAPA GALUR DAN VARIETAS JAGUNG<br />
(Zea mays L.)TERHADAP PENYAKIT HAWAR PELEPAH<br />
(Rhizoctonia solani Kuhn)</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Luky Adrian1, Joko Prasetyo2, Muhammad Nurdin2</strong></p>
<p>Jagung (Zea mays L.) adalah bahan makanan pokok kedua setelah padi. Penyakit hawar pelepah merupakan salah satu penyakit penting pada pertanaman jagung. Salah satu cara pengendalian penyakit tersebut adalah dengan menggunakan varietas tahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan beberapa galur jagung terhadap penyakit hawar pelepah. Penelitian ini dilaksanakan di desa Kibang, Kecamatan Metro Kibang, Kabupaten Lampung Timur, dari bulan Januari-April 2009. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Sebagai perlakuan adalah lima galur C211, D173, D175, F006, dan BISI 2. Data yang dikumpulkan berupa keterjadian dan keparahan penyakit hawar pelepah, hasil produktivitas jagung yang terserang hawar pelepah dan kehilangan hasil produktivitas. Selanjutnya data yang diperoleh diolah secara statistik dengan menggunakan sidik ragam. Apabila terdapat beda nyata, kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing galur memiliki tingkat ketahanan terhadap penyakit hawar pelepah yang tidak berbeda. Galur D173 merupakan galur yang relatif tahan terhadap penyakit hawar pelepah, dilihat dari perkembangan keterjadian dan keparahan hawar pelepah yang rendah dibandingkan galur dan varietas lain. Hasil jagung galur D173 lebih tinggi dan persentase kehilangan hasil lebih rendah dibanding galur jagung lainnya.</p>
<p><strong><em>Download Versi</em></strong> <a href=" http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/10/UJI-KETAHANAN-BEBERAPA-GALUR-DAN-VARIETAS-JAGUNG-_Zea-mays-L._TERHADAP-PENYAKIT-HAWAR-PELEPAH.pdf"><img title="PDF-icon_30x30" src="http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/07/PDF-icon_30x30.gif" alt="PDF icon 30x30 UJI KETAHANAN BEBERAPA GALUR DAN VARIETAS JAGUNG (Zea mays L.)TERHADAP PENYAKIT HAWAR PELEPAH (Rhizoctonia solani Kuhn)" width="30" height="30" /></a> |  <a href=" http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/10/UJI-KETAHANAN-BEBERAPA-GALUR-DAN-VARIETAS-JAGUNG-Zea-mays-L.TERHADAP-PENYAKIT-HAWAR-PELEPAH.doc"><img title="word-icon30x30" src="http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/07/word-icon30x30.jpg" alt="word icon30x30 UJI KETAHANAN BEBERAPA GALUR DAN VARIETAS JAGUNG (Zea mays L.)TERHADAP PENYAKIT HAWAR PELEPAH (Rhizoctonia solani Kuhn)"  /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/uji-ketahanan-beberapa-galur-dan-varietas-jagung-zea-mays-l-terhadap-penyakit-hawar-pelepah-rhizoctonia-solani-kuhn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UJI APLIKASI Pseudomonas fluorescens MIGULA YANG TERDAPTASI DI FILOSFER JAGUNG UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT BULAI PADA JAGUNG (Zea mays L.)</title>
		<link>http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/uji-aplikasi-pseudomonas-fluorescens-migula-yang-terdaptasi-di-filosfer-jagung-untuk-pencegahan-penyakit-bulai-pada-jagung-zea-mays-l/</link>
		<comments>http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/uji-aplikasi-pseudomonas-fluorescens-migula-yang-terdaptasi-di-filosfer-jagung-untuk-pencegahan-penyakit-bulai-pada-jagung-zea-mays-l/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 09:51:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pertanian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/uji-aplikasi-pseudomonas-fluorescens-migula-yang-terdaptasi-di-filosfer-jagung-untuk-pencegahan-penyakit-bulai-pada-jagung-zea-mays-l/</guid>
		<description><![CDATA[UJI APLIKASI Pseudomonas fluorescens MIGULA YANG TERDAPTASI DI FILOSFER JAGUNG UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT BULAI PADA JAGUNG (Zea mays L.)
Oleh
SEPTIANA1, EFRI2, DAN MUHAMMAD NURDIN2
ABSTRAK
Tanaman jagung merupakan salah satu tanaman pangan terpenting di dunia selain gandum dan beras.  Kendala yang dihadapi petani dalam berbudidaya tanaman jagung salah satunya adalah penyakit bulai yang disebabkan oleh jamur P. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>UJI APLIKASI Pseudomonas fluorescens MIGULA YANG TERDAPTASI DI FILOSFER JAGUNG UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT BULAI PADA JAGUNG (Zea mays L.)</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>SEPTIANA1, EFRI2, DAN MUHAMMAD NURDIN2</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>ABSTRAK</strong></p>
<p>Tanaman jagung merupakan salah satu tanaman pangan terpenting di dunia selain gandum dan beras.  Kendala yang dihadapi petani dalam berbudidaya tanaman jagung salah satunya adalah penyakit bulai yang disebabkan oleh jamur P. maydis.  Di Lampung kerugian yang disebabkan oleh serangan bulai mencapai 40%.  Pengendalian yang biasa dilakukan petani antara lain dengan mencabut tanaman sedini mungkin pada tanaman yang bergejala bulai, menanam tanaman jagung pada awal musim penghujan, menggunakan benih yang tahan terhadap serangan bulai dan menggunakan benih dengan perlakuan metalaksil. Alternatif lain yang dapat digunakan untuk mencegah bulai pada tanaman jagung adalah aplikasi agensia hayati, misalnya P. fluorescens.</p>
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi P. fluorescens dalam pencegahan penyakit bulai pada tanaman jagung.  Hipotesis yang diajukan adalah keterjadian penyakit bulai pada tanaman jagung yang diberi aplikasi Pseudomonas flurescens lebih rendah dibandingkan dengan tanaman jagung tanpa aplikasi Pseudomonas flurescens, terdapat satu isolat Pseudomonas flurescens yang memberikan keterjadian penyakit terendah dibandingkan dengan isolat Pseudomonas flurescens yang lain, bobot kering tanaman jagung yang diaplikasikan isolat Pseudomonas flurescens lebih tinggi dibandingkan tanpa aplikasi isolat Pseudomonas flurescens.</p>
<p>Penelitian dilakukan di Lahan Percobaan Hama dan Penyakit Tumbuhan, dan Laboratorium Penyakit Tumbuhan Jurusan Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Percobaan ini disususn dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga ulangan.  Perlakuan terdiri atas empat perlakuan yaitu kontrol (tanpa aplikasi P. fluorescens), inokulasi P.  maydis dengan P. fluorescens isolat 1, inokulasi P.  maydis dengan P. fluorescens isolat 2, inokulasi P.  maydis dengan P. fluorescens isolat 3, kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada selang kepercayaan 95%.<br />
Hasil penelitian menunjukkan keterjadian penyakit pada tanaman jagung yang berumur 10 hsi P. maydis dan diaplikasi dengan P. fluorescens isolat 2 lebih rendah dibandingkan dengan keterjadian penyakit tanpa aplikasi P. fluorescens (kontrol) atau P. fluorescens isolat 1 dan P. fluorescens isolat 3 berurutan adalah 7,93%, 30,16%, 12,70%, dan 11,14%, P. fluorescens isolat 2 adalah isolat yang terbaik dalam memberi penekanan keterjadian penyakit bulai yang terendah yaitu 7,93%, bobot kering tanaman jagung yang diberi P. fluorescens isolat 2 lebih berat dibandingkan dengan kontrol atau P. fluorescens isolat 1 dan P. fluorescens isolat 3 berurutan adalah 7,93%, 30,16%, 12,70%, dan 11,14%.</p>
<p>1. Alumni Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Lampung<br />
2. Dosen Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Lampung</p>
<p><strong><em>Download Versi</em></strong> <a href="http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/10/UJI-APLIKASI-Pseudomonas-fluorescens-MIGULA-YANG-TERDAPTASI-DI-FILOSFER-JAGUNG-UNTUK-PENCEGAHAN-PENYAKIT-BULAI-PADA-JAGUNG-_Zea-mays-L._.pdf"><img title="PDF-icon_30x30" src="http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/07/PDF-icon_30x30.gif" alt="PDF icon 30x30 UJI APLIKASI Pseudomonas fluorescens MIGULA YANG TERDAPTASI DI FILOSFER JAGUNG UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT BULAI PADA JAGUNG (Zea mays L.)" width="30" height="30" /></a> |  <a href="http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/10/UJI-APLIKASI-Pseudomonas-fluorescens-MIGULA-YANG-TERDAPTASI-DI-FILOSFER-JAGUNG-UNTUK-PENCEGAHAN-PENYAKIT-BULAI-PADA-JAGUNG-Zea-mays-L..doc"><img title="word-icon30x30" src="http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/07/word-icon30x30.jpg" alt="word icon30x30 UJI APLIKASI Pseudomonas fluorescens MIGULA YANG TERDAPTASI DI FILOSFER JAGUNG UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT BULAI PADA JAGUNG (Zea mays L.)"  /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/uji-aplikasi-pseudomonas-fluorescens-migula-yang-terdaptasi-di-filosfer-jagung-untuk-pencegahan-penyakit-bulai-pada-jagung-zea-mays-l/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TIPE PENGAMBILAN KEPUTUSAN PETANI DALAM BUDIDAYA PADI SAWAH TANAM BENIH LANGSUNG (TABELA) (Studi Kasus di Desa Rama Dewa Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah)</title>
		<link>http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/tipe-pengambilan-keputusan-petani-dalam-budidaya-padi-sawah-tanam-benih-langsung-tabela-studi-kasus-di-desa-rama-dewa-kecamatan-seputih-raman-kabupaten-lampung-tengah/</link>
		<comments>http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/tipe-pengambilan-keputusan-petani-dalam-budidaya-padi-sawah-tanam-benih-langsung-tabela-studi-kasus-di-desa-rama-dewa-kecamatan-seputih-raman-kabupaten-lampung-tengah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 09:47:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pertanian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/tipe-pengambilan-keputusan-petani-dalam-budidaya-padi-sawah-tanam-benih-langsung-tabela-studi-kasus-di-desa-rama-dewa-kecamatan-seputih-raman-kabupaten-lampung-tengah/</guid>
		<description><![CDATA[ABSTRAK
TIPE PENGAMBILAN KEPUTUSAN PETANI DALAM BUDIDAYA PADI SAWAH TANAM BENIH LANGSUNG (TABELA) (Studi Kasus  di Desa Rama Dewa Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah)
Oleh
Sukatman1, Ktut Murniati2, Suarno Sadar2
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Tipe keputusan petani dalam penerapan budidaya padi sawah tanam benih langsung (tabela).  (2) Tingkat penerapan petani responden dalam budidaya padi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>ABSTRAK</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>TIPE PENGAMBILAN KEPUTUSAN PETANI DALAM BUDIDAYA PADI SAWAH TANAM BENIH LANGSUNG (TABELA) (Studi Kasus  di Desa Rama Dewa Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah)</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Sukatman1, Ktut Murniati2, Suarno Sadar2</strong></p>
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Tipe keputusan petani dalam penerapan budidaya padi sawah tanam benih langsung (tabela).  (2) Tingkat penerapan petani responden dalam budidaya padi sawah tabela berdasarkan tipe keputusan.  (3) Tingkat produksi petani responden dalam budidaya padi sawah tabela.  (4) Tingkat pendapatan petani dalam budidaya padi sawah tabela di Desa Rama Dewa Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah</p>
<p>Penelitian dilakukan di Desa Rama Dewa Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah.  Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa di desa tersebut terdapat petani yang menerapkan budidaya padi sawah tabela paling banyak diantara desa yang  lain di Kecamatan Seputih Raman. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2008 sampai dengan bulan Januari 2009.  Sampel yang dijadikan responden dalam penelitian ini adalah seluruh petani di Desa Rama Dewa (54 Orang) yang membudidayakan padi sawah dengan sistem tabela.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus, teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode  wawancara dengan menggunakan daftar pertanyaan atau kuesioner. Teknik  analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif.</p>
<p>Hasil penelitian menunjukkan : (1) Tipe pengambilam keputusan petani responden dalam menerapkan budidaya padi sawah tabela, sebagian besar atas dasar  keputusan opsional 24 orang (44.44%).  (2) Tingkat penerapan petani dalam budidaya padi sawah tabela secara keseluruhan maupun berdasarkan tipe keputusan sudah termasuk tinggi, dengan skor rata-rata komulatif sebesar 125,3.  (3) Produksi rata-rata padi sawah tabela yang didapat petani 6,19 ton, dengan rata-rata produktifitas padi sawah tabela 6.3 ton/ha.  Berdasarkan tipe keputusan, produktivitas padi sawah tabela pada tipe keputusan opsional 6,16 ton/ha masuk</p>
<p>dalam klasifikasi sedang, pada tipe keputusan kolektif  6.22 ton/ha masuk dalam klasifikasi sedang, dan produktivitas padi pada tipe keputusan otoritas 6.52 ton/ha masuk dalam klasifikasi tinggi.  (4) Pendapatan rata-rata petani yang didapat dari budidaya padi sawah tabela sebesar Rp 8.320.838 masuk dalam klasifikasi sedang, dan pendapatan rata-rata/ha Rp 8.524.675 masuk dalam klasifikasi sedang.  Berdasarkan tipe keputusan, pada tipe keputusan opsionol tingkat pendapatan petani dalam budidaya padi sawah tabela Rp 8.246.123 /ha berada pada klasifikasi sedang, pendapatan padi pada tipe keputusan kolektif Rp 8.369.440/ha masuk dalam klasifikasi sedang, dan pendapatan padi pada tipe keputusan otoritas         Rp 8.958.461/ha berada dalam klasifikasi tinggi.</p>
<p><strong><em>Download Versi</em></strong> <a href="http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/10/TIPE-PENGAMBILAN-KEPUTUSAN-PETANI-DALAM-BUDIDAYA-PADI-SAWAH-TANAM-BENIH-LANGSUNG-_TABELA_-_Studi-Kasus-di-Desa-Rama-Dewa-Kecamatan-Seputih-Raman-Kabupaten-Lampung-Tengah_.pdf"><img title="PDF-icon_30x30" src="http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/07/PDF-icon_30x30.gif" alt="PDF icon 30x30 TIPE PENGAMBILAN KEPUTUSAN PETANI DALAM BUDIDAYA PADI SAWAH TANAM BENIH LANGSUNG (TABELA) (Studi Kasus di Desa Rama Dewa Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah)" width="30" height="30" /></a> |  <a href="http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/10/TIPE-PENGAMBILAN-KEPUTUSAN-PETANI-DALAM-BUDIDAYA-PADI-SAWAH-TANAM-BENIH-LANGSUNG-TABELA-Studi-Kasus-di-Desa-Rama-Dewa-Kecamatan-Seputih-Raman-Kabupaten-Lampung-Tengah.doc"><img title="word-icon30x30" src="http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/07/word-icon30x30.jpg" alt="word icon30x30 TIPE PENGAMBILAN KEPUTUSAN PETANI DALAM BUDIDAYA PADI SAWAH TANAM BENIH LANGSUNG (TABELA) (Studi Kasus di Desa Rama Dewa Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah)"  /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/tipe-pengambilan-keputusan-petani-dalam-budidaya-padi-sawah-tanam-benih-langsung-tabela-studi-kasus-di-desa-rama-dewa-kecamatan-seputih-raman-kabupaten-lampung-tengah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>STATUS PERGERAKAN TEMBAGA DAN SENG DALAM TUBUH TANAH DI DESA SIDOSARI, NATAR, LAMPUNG SELATAN PADA 10 TAHUN SETELAH PERLAKUAN DENGAN LIMBAH INDUSTRI</title>
		<link>http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/status-pergerakan-tembaga-dan-seng-dalam-tubuh-tanah-di-desa-sidosari-natar-lampung-selatan-pada-10-tahun-setelah-perlakuan-dengan-limbah-industri/</link>
		<comments>http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/status-pergerakan-tembaga-dan-seng-dalam-tubuh-tanah-di-desa-sidosari-natar-lampung-selatan-pada-10-tahun-setelah-perlakuan-dengan-limbah-industri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 09:47:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pertanian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://skripsi.unila.ac.id/?p=7432</guid>
		<description><![CDATA[STATUS PERGERAKAN TEMBAGA DAN SENG DALAM TUBUH TANAH DI DESA SIDOSARI, NATAR, LAMPUNG SELATAN PADA 10 TAHUN SETELAH PERLAKUAN DENGAN  LIMBAH INDUSTRI 
Sofiyana Ranur1), Abdul Kadir Salam2)
ABSTRAK
Sektor industri menghasilkan produk sampingan berupa limbah yang dapat mencemari lingkungan.  Keberadaan logam berat akan berdampak buruk terhadap lingkungan dan bila masuk ke dalam rantai makanan dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>STATUS PERGERAKAN TEMBAGA DAN SENG DALAM TUBUH TANAH DI DESA SIDOSARI, NATAR, LAMPUNG SELATAN PADA 10 TAHUN SETELAH PERLAKUAN DENGAN  LIMBAH INDUSTRI </strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Sofiyana Ranur1), Abdul Kadir Salam2)</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>ABSTRAK</strong></p>
<p>Sektor industri menghasilkan produk sampingan berupa limbah yang dapat mencemari lingkungan.  Keberadaan logam berat akan berdampak buruk terhadap lingkungan dan bila masuk ke dalam rantai makanan dapat membahayakan makhluk hidup karena logam berat bersifat karsinogenik.  Salah satu cara untuk mengatasi kandungan logam berat dalam tanah yaitu dengan memodifikasi sifat kimia tanah.  Reaksi tanah (pH), Kapasitas Tukar Kation (KTK), dan konsentrasi anion penghelat atau pengompleks merupakan 3 sifat kimia tanah yang berkaitan dengan proses imobilisasi logam berat sehingga berpotensi dalam menurunkan kandungan logam berat dalam tanah.  Ketiga sifat tersebut dapat dimodifikasi dengan cara penambahan kapur ke dalam tanah.</p>
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari status pergerakan fraksi labil Tembaga  dan Seng dalam tubuh tanah pada petak percobaan pada 10 tahun setelah diberi perlakuan limbah industri dan kapur.  Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan pada tanah yang sebelumnya telah mendapat perlakuan limbah industri, kapur dan kompos daun singkong pada tahun 1998, yang disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial 3&#215;2x2 dengan 3 ulangan.  Faktor pertama adalah limbah industri (L) dengan 3 takaran (ton ha-1) : 0 (L0), 15 (L1), 60 (L2).  Faktor kedua adalah kompos daun singkong (B) dengan 2 takaran (ton ha-1) : 0 (B0) dan 5 ( B1).  Faktor ketiga pada adalah kapur (CaCO3) (K) dengan 2 takaran (ton ha-1) : 0 (K0) dan 5 (K1).  Untuk kepentingan penelitian ini, dari tiap kelompok percobaan diambil 6 petak perlakuan yaitu petak perlakuan dengan limbah industri dan kapur.  Contoh tanah diambil tepat di tengah petak dengan kedalaman 0 – 80 cm, diambil tiap kedalaman 10 cm di dapat 8 kedalaman.  Peubah yang diamati adalah pH tanah (H2O 1:2) dan konsentrasi fraksi labil (Cu dan Zn) dengan cara DTPA.  Data digambarkan dalam bentuk grafik 2 dimensi dengan peubah konsentrasi fraksi labil Cu dan Zn sebagai Sumbu X dan kedalaman tanah sebagai Sumbu Y.  Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) limbah industri meningkatkan fraksi labil Cu dan Zn dalam tubuh tanah sampai kedalaman 30 cm; pada 10 tahun setelah perlakuan Cu dan Zn asal limbah industri telah bergerak mencapai kedalaman 80 cm, (2) pergerakan fraksi labil Cu dan Zn dalam tubuh tanah secara umum memiliki pola distribusi yang sama, terakumulasi pada kedalaman 0 – 30 cm, dan menurun pada kedalaman 30 – 80 cm, (3) penambahan kapur sudah tidak menurunkan tetapi meningkatkan konsentrasi fraksi labil Cu dan Zn.</p>
<p><strong><em>Download Versi</em></strong> <a href="http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/10/STATUS-PERGERAKAN-TEMBAGA-DAN-SENG-DALAM-TUBUH-TANAH-DI-DESA-SIDOSARI-NATAR-LAMPUNG-SELATAN-PADA-10-TAHUN-SETELAH-PERLAKUAN-DENGAN-LIMBAH-INDUSTRI.pdf"><img title="PDF-icon_30x30" src="http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/07/PDF-icon_30x30.gif" alt="PDF icon 30x30 STATUS PERGERAKAN TEMBAGA DAN SENG DALAM TUBUH TANAH DI DESA SIDOSARI, NATAR, LAMPUNG SELATAN PADA 10 TAHUN SETELAH PERLAKUAN DENGAN LIMBAH INDUSTRI " width="30" height="30" /></a> |  <a href="http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/10/STATUS-PERGERAKAN-TEMBAGA-DAN-SENG-DALAM-TUBUH-TANAH-DI-DESA-SIDOSARI-NATAR-LAMPUNG-SELATAN-PADA-10-TAHUN-SETELAH-PERLAKUAN-DENGAN-LIMBAH-INDUSTRI.doc"><img title="word-icon30x30" src="http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/07/word-icon30x30.jpg" alt="word icon30x30 STATUS PERGERAKAN TEMBAGA DAN SENG DALAM TUBUH TANAH DI DESA SIDOSARI, NATAR, LAMPUNG SELATAN PADA 10 TAHUN SETELAH PERLAKUAN DENGAN LIMBAH INDUSTRI "  /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/status-pergerakan-tembaga-dan-seng-dalam-tubuh-tanah-di-desa-sidosari-natar-lampung-selatan-pada-10-tahun-setelah-perlakuan-dengan-limbah-industri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RESPON PETANI TERHADAP POS PELAYANAN PENYULUHAN PERTANIAN DI DESA MARGA KAYA KECAMATAN JATI AGUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN</title>
		<link>http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/respon-petani-terhadap-pos-pelayanan-penyuluhan-pertanian-di-desa-marga-kaya-kecamatan-jati-agung-kabupaten-lampung-selatan/</link>
		<comments>http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/respon-petani-terhadap-pos-pelayanan-penyuluhan-pertanian-di-desa-marga-kaya-kecamatan-jati-agung-kabupaten-lampung-selatan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 09:44:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pertanian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://skripsi.unila.ac.id/?p=7428</guid>
		<description><![CDATA[ABSTRAK
RESPON PETANI TERHADAP POS PELAYANAN PENYULUHAN PERTANIAN DI DESA MARGA KAYA KECAMATAN JATI AGUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
Oleh
Bangbang1, Begem Viantimala2, Dewangga Nikmatullah2
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Respon petani terhadap pos pelayanan penyuluhan pertanian (posyanluhtan), (2) Faktor-faktor yang berhubungan dengan respon petani terhadap pos pelayanan penyuluhan pertanian (posyanluhtan) di Desa Marga Kaya Kecamatan Jati Agung Kabupaten [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>ABSTRAK</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>RESPON PETANI TERHADAP POS PELAYANAN PENYULUHAN PERTANIAN DI DESA MARGA KAYA KECAMATAN JATI AGUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Bangbang1, Begem Viantimala2, Dewangga Nikmatullah2</strong></p>
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Respon petani terhadap pos pelayanan penyuluhan pertanian (posyanluhtan), (2) Faktor-faktor yang berhubungan dengan respon petani terhadap pos pelayanan penyuluhan pertanian (posyanluhtan) di Desa Marga Kaya Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan.</p>
<p>Penelitian dilakukan di Desa Marga Kaya Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan. Metode yang digunakan adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 178 responden, penentuan jumlah sampel merujuk pada teori Yamane (1967) dengan tingkat presisi 10%, sehingga diperoleh sample sebanyak 64 responden. Data yang telah terkumpul diolah dengan cara tabulasi dan dianalisis secara deskriptif untuk tujuan penelitian respon petani terhadap pos pelayanan penyuluhan pertanian sedangkan pengujian hipotesis mengenai faktorfaktor yang berhubungan dengan respon petani terhadap pos pelayanan penyuluhan pertanian menggunakan analisis Rank Spearman dengan bantuan program SPSS (Statistical Package for Social Science) versi 13 untuk memudahkan pengolahan data analisis.</p>
<p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Respon petani terhadap pos pelayanan penyuluhan pertanian (posyanluhtan) berada dalam klasifikasi sedang, (2) Faktorfaktor yang berhubungan nyata dengan respon petani terhadap pos pelayanan penyuluhan pertanian (posyanluhtan) yaitu pengetahuan, persepsi, dan sikap, sedangkan luas lahan dan jarak lokasi tidak berhubungan nyata dengan respon petani terhadap pos pelayanan penyuluhan pertanian (posyanluhtan).</p>
<p>1 : Alumni Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung<br />
2 : Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung</p>
<p><strong><em>Download Versi</em></strong> <a href="http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/10/RESPON-PETANI-TERHADAP-POS-PELAYANAN-PENYULUHAN-PERTANIAN-DI-DESA-MARGA-KAYA-KECAMATAN-JATI-AGUNG-KABUPATEN-LAMPUNG-SELATAN.pdf"><img title="PDF-icon_30x30" src="http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/07/PDF-icon_30x30.gif" alt="PDF icon 30x30 RESPON PETANI TERHADAP POS PELAYANAN PENYULUHAN PERTANIAN DI DESA MARGA KAYA KECAMATAN JATI AGUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN" width="30" height="30" /></a> |  <a href="http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/10/RESPON-PETANI-TERHADAP-POS-PELAYANAN-PENYULUHAN-PERTANIAN-DI-DESA-MARGA-KAYA-KECAMATAN-JATI-AGUNG-KABUPATEN-LAMPUNG-SELATAN.doc"><img title="word-icon30x30" src="http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/07/word-icon30x30.jpg" alt="word icon30x30 RESPON PETANI TERHADAP POS PELAYANAN PENYULUHAN PERTANIAN DI DESA MARGA KAYA KECAMATAN JATI AGUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN"  /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/respon-petani-terhadap-pos-pelayanan-penyuluhan-pertanian-di-desa-marga-kaya-kecamatan-jati-agung-kabupaten-lampung-selatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>POTENSI DAUN SAWIT HASIL PEMANGKASAN SEBAGAI PAKAN HIJAUAN TERNAK RUMINANSIA DI PTPN VII UNIT USAHA REJOSARI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN</title>
		<link>http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/potensi-daun-sawit-hasil-pemangkasan-sebagai-pakan-hijauan-ternak-ruminansia-di-ptpn-vii-unit-usaha-rejosari-kabupaten-lampung-selatan/</link>
		<comments>http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/potensi-daun-sawit-hasil-pemangkasan-sebagai-pakan-hijauan-ternak-ruminansia-di-ptpn-vii-unit-usaha-rejosari-kabupaten-lampung-selatan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 09:42:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pertanian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://skripsi.unila.ac.id/?p=7423</guid>
		<description><![CDATA[POTENSI DAUN SAWIT HASIL PEMANGKASAN SEBAGAI PAKAN HIJAUAN TERNAK RUMINANSIA DI PTPN VII UNIT USAHA REJOSARI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
Oleh
1Novia Erika,2Ir. Liman, M.Si.,3Ir. Yusuf Widodo, M.P.
ABSTRAK
Pakan merupakan salah satu faktor penting dalam usaha pemeliharaan ternak dan peningkatan produktivitas ternak.  Oleh sebab itu, kualitas dan ketersediaanya yang terus menerus harus terjaga sehingga dapat memenuhi kebutuhan ternak. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>POTENSI DAUN SAWIT HASIL PEMANGKASAN SEBAGAI PAKAN HIJAUAN TERNAK RUMINANSIA DI PTPN VII UNIT USAHA REJOSARI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh<br />
1Novia Erika,2Ir. Liman, M.Si.,3Ir. Yusuf Widodo, M.P.<br />
ABSTRAK</strong></p>
<p>Pakan merupakan salah satu faktor penting dalam usaha pemeliharaan ternak dan peningkatan produktivitas ternak.  Oleh sebab itu, kualitas dan ketersediaanya yang terus menerus harus terjaga sehingga dapat memenuhi kebutuhan ternak.  Dengan adanya penyediaan hijauan makanan ternak maka besarnya produksi hijauan pakan dan daya tampung ternak dapat diketahui.  Hal ini yang mendorong lahan alternatif dalam pengembangan tanaman makanan ternak, salah satunya adalah pemanfaatan lahan-lahan perkebunan dengan mengintegritaskan sistem peternakan ke dalam sistem perkebunan sawit.</p>
<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui produksi hijauan daun sawit hasil pemangkasan, kapasitas tampung ternak; mengetahui kualitas hijauan daun sawit (kadar air dan kadar protein kasar) pada tiap afdeling berdasarkan produksi hijauan pakan ternak di perkebunan sawit PTPN VII Unit Usaha Rejosari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan pada umur sawit yang berbeda yang terdiri atas umur dewasa, remaja, dan muda.</p>
<p>Penelitian ini dilaksanakan pada Maret&#8211;April 2009, bertempat di areal perkebunan kelapa sawit PTPN VII Unit Rejosari, Desa Rejosari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan dan analisis kualitas hijauan berupa kadar air dan protein kasar di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.  Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah tingkat produksi hijauan segar, kapasitas tampung ternak, kadar air dan kadar protein kasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Data yang diambil dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan melakukan pengukuran produksi daun sawit langsung ke areal perkebunan sawit tiap afdeling.  Data sekunder diperoleh dengan cara wawancara langsung berdasarkan daftar pertanyaan (kuisioner).</p>
<p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkebunan sawit mampu memproduksi 4.699,58 ton/tahun hijauan daun sawit segar, dengan kapasitas tampung ternak 321,89 UT/tahun.</p>
<p>Kualitas hijauan daun sawit pada afdeling I tanaman sawit remaja mengandung kadar air 44,71 % dan protein kasar 5,23 %; dan tanaman sawit muda  mengandung kadar air 62,382% dan protein kasar 6,11 %; afdeling III tanaman sawit remaja mengandung kadar air 48,93 % dan protein kasar 5,22% dan tanaman muda mengandung kadar air 51,08 % dan protein kasar 6,11 %; dan pada afdeling IV tanaman sawit remaja mengandung kadar air 51,29 % dan protein kasar 4,36 %.</p>
<p>1.	Alumni Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung<br />
2.	Dosen Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung</p>
<p><strong><em>Download Versi</em></strong> <a href="http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/10/POTENSI-DAUN-SAWIT-HASIL-PEMANGKASAN-SEBAGAI-PAKAN-HIJAUAN-TERNAK-RUMINANSIA-DI-PTPN-VII-UNIT-USAHA-REJOSARI-KABUPATEN-LAMPUNG-SELATAN.pdf"><img title="PDF-icon_30x30" src="http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/07/PDF-icon_30x30.gif" alt="PDF icon 30x30 POTENSI DAUN SAWIT HASIL PEMANGKASAN SEBAGAI PAKAN HIJAUAN TERNAK RUMINANSIA DI PTPN VII UNIT USAHA REJOSARI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN" width="30" height="30" /></a> |  <a href="http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/10/POTENSI-DAUN-SAWIT-HASIL-PEMANGKASAN-SEBAGAI-PAKAN-HIJAUAN-TERNAK-RUMINANSIA-DI-PTPN-VII-UNIT-USAHA-REJOSARI-KABUPATEN-LAMPUNG-SELATAN.doc"><img title="word-icon30x30" src="http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/07/word-icon30x30.jpg" alt="word icon30x30 POTENSI DAUN SAWIT HASIL PEMANGKASAN SEBAGAI PAKAN HIJAUAN TERNAK RUMINANSIA DI PTPN VII UNIT USAHA REJOSARI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN"  /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/potensi-daun-sawit-hasil-pemangkasan-sebagai-pakan-hijauan-ternak-ruminansia-di-ptpn-vii-unit-usaha-rejosari-kabupaten-lampung-selatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>POPULASI NEMATODA PARASIT TUMBUHAN PADA PERTANAMAN KOPI DENGAN BEBERAPA SISTEM POLA TANAM DAN DOSIS PEMUPUKAN NPK</title>
		<link>http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/populasi-nematoda-parasit-tumbuhan-pada-pertanaman-kopi-dengan-beberapa-sistem-pola-tanam-dan-dosis-pemupukan-npk/</link>
		<comments>http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/populasi-nematoda-parasit-tumbuhan-pada-pertanaman-kopi-dengan-beberapa-sistem-pola-tanam-dan-dosis-pemupukan-npk/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 09:41:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pertanian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/populasi-nematoda-parasit-tumbuhan-pada-pertanaman-kopi-dengan-beberapa-sistem-pola-tanam-dan-dosis-pemupukan-npk/</guid>
		<description><![CDATA[POPULASI NEMATODA PARASIT TUMBUHAN PADA PERTANAMAN KOPI DENGAN BEBERAPA SISTEM POLA TANAM DAN DOSIS PEMUPUKAN NPK
Oleh 
Andri Bakti Stiawan¬¬1,    Dr. Ir. I Gede Swibawa, M.S.2,   Ir. Titik Nur Aeny, M.Sc.2
ABSTRAK
Salah satu penyebab penurunan produksi kopi adalah serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), misalnya nematoda parasit tumbuhan.  Pada umumnya munculnya masalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>POPULASI NEMATODA PARASIT TUMBUHAN PADA PERTANAMAN KOPI DENGAN BEBERAPA SISTEM POLA TANAM DAN DOSIS PEMUPUKAN NPK</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh </strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Andri Bakti Stiawan¬¬1,    Dr. Ir. I Gede Swibawa, M.S.2,   Ir. Titik Nur Aeny, M.Sc.2</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>ABSTRAK</strong></p>
<p>Salah satu penyebab penurunan produksi kopi adalah serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), misalnya nematoda parasit tumbuhan.  Pada umumnya munculnya masalah OPT termasuk nematoda disebabkan oleh peningkatan intensitas pengelolaan lahan.  Di antara bentuk intensifikasi pada pertanaman kopi adalah penanaman secara monokultur sehingga menyebabkan keragaman hayati rendah.   Pola tanam campuran akan meningkatkan keragaman hayati dan diperkirakan dapat mengendalikan populasi nematoda parasit tumbuhan.  Selain itu, dengan peningkatan unsur hara dalam tanah tanaman akan lebih tahan terhadap gangguan OPT.</p>
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pola tanam dan pemupukan NPK serta interaksi kedua perlakuan tersebut  terhadap populasi dan tingkat serangan nematoda  Radopholus sp. pada bibit kopi.  Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: (1) populasi dan tingkat serangan Radopholus sp. pada kopi monokultur lebih tinggi daripada kopi polikultur, (2) pemberian pupuk NPK meningkatkan populasi dan tingkat serangan Radopholus sp., (3) terjadi interaksi antara pola tanam dan pemupukan NPK dalam mempengaruhi populasi dan tingkat serangan Radopholus sp. pada pembibitan kopi.</p>
<p>Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Lampung dan Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Lampung dari bulan Juli 2007 hingga bulan Juli 2008.  Perlakuan faktorial (5 x 3) disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga ulangan.  Faktor pertama adalah pola tanam yang terdiri dari 5 taraf yaitu: kopi monokultur, kopi + pisang, kopi + Gliricidia, kopi + Gliricidia + alpukat, dan kopi + Gliricidia + alpukat + mahoni.  Faktor kedua adalah pemupukan NPK terdiri dari tiga taraf yaitu: tanpa dipupuk (kontrol), dipupuk 1 kali dosis anjuran, dan dipupuk dengan 2 kali dosis anjuran.  Data hasil pengamatan dianalisis ragam, pemisahan nilai tengah menggunakan uji BNT pada taraf nyata 5 %.</p>
<p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)  Pola tanam kopi mempengaruhi populasi nematoda Radopholus sp. Pola tanam campuran yang lebih kompleks tidak menurunkan populasi nematoda Radopholus sp., tetapi pola tanam kopi + pisang justeru meningkatkan populasi nematoda Radopholus sp dari 107 pada kopi monokultur menjadi 306 individu/300 cc tanah pada kopi + pisang.  Walaupun belum menurunkan populasi nematoda Radopholus sp., tetapi pola tanam kopi campuran kompleks dapat menurunkan kerusakan (nekrotik akar) dari sekitar 17% pada kopi monokultur menjadi sekitar 3 % pada campuran kopi + Gliricidia + alpukat + mahoni. (2)   Pengaruh pola tanam terhadap berat kering akar dan tajuk tidak konsisten,  sedangkan pemupukan NPK meningkatkan berat kering akar dan tajuk bibit kopi. (3)  Pemberian pupuk NPK meningkatkan populasi nematoda Radopholus sp., yaitu dari 106 pada tanaman kontrol menjadi 206 individu/300 cc tanah pada tanaman kopi yang dipupuk NPK dengan 2 kali dosis anjuran, tetapi tidak mempengaruhi kerusakan akar (nekrotik) oleh Radopholus sp.  dan  (4)  Tidak ada interaksi yang nyata antara pola tanam dengan pemupukan NPK dalam mempengaruhi populasi nematoda dan tingkat serangan Radopholus sp. pada pembibitan kopi.</p>
<p>Kata kunci : pola tanam kopi, pemupukan NPK,  nematoda Radopholus sp.</p>
<p><strong><em>Download Versi</em></strong> <a href=" http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/10/POPULASI-NEMATODA-PARASIT-TUMBUHAN-PADA-PERTANAMAN-KOPI-DENGAN-BEBERAPA-SISTEM-POLA-TANAM-DAN-DOSIS-PEMUPUKAN-NPK.pdf"><img title="PDF-icon_30x30" src="http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/07/PDF-icon_30x30.gif" alt="PDF icon 30x30 POPULASI NEMATODA PARASIT TUMBUHAN PADA PERTANAMAN KOPI DENGAN BEBERAPA SISTEM POLA TANAM DAN DOSIS PEMUPUKAN NPK" width="30" height="30" /></a> |  <a href=" http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/10/POPULASI-NEMATODA-PARASIT-TUMBUHAN-PADA-PERTANAMAN-KOPI-DENGAN-BEBERAPA-SISTEM-POLA-TANAM-DAN-DOSIS-PEMUPUKAN-NPK.doc"><img title="word-icon30x30" src="http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/07/word-icon30x30.jpg" alt="word icon30x30 POPULASI NEMATODA PARASIT TUMBUHAN PADA PERTANAMAN KOPI DENGAN BEBERAPA SISTEM POLA TANAM DAN DOSIS PEMUPUKAN NPK"  /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/populasi-nematoda-parasit-tumbuhan-pada-pertanaman-kopi-dengan-beberapa-sistem-pola-tanam-dan-dosis-pemupukan-npk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PERUBAHAN KANDUNGAN KIMIA DAN LAMA SIMPAN PADA KOMODITAS TOMAT (Lycopersicum esculentum MILL.) DALAM PENYIMPANAN ATMOSFER TERMODIFIKASI</title>
		<link>http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/perubahan-kandungan-kimia-dan-lama-simpan-pada-komoditas-tomat-lycopersicum-esculentum-mill-dalam-penyimpanan-atmosfer-termodifikasi/</link>
		<comments>http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/perubahan-kandungan-kimia-dan-lama-simpan-pada-komoditas-tomat-lycopersicum-esculentum-mill-dalam-penyimpanan-atmosfer-termodifikasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 09:37:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pertanian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://skripsi.unila.ac.id/?p=7417</guid>
		<description><![CDATA[PERUBAHAN KANDUNGAN KIMIA DAN LAMA SIMPAN PADA KOMODITAS TOMAT (Lycopersicum esculentum MILL.) DALAM PENYIMPANAN ATMOSFER TERMODIFIKASI
Oleh
Muhammad Rahmat Aminullah1, Rofandi Hartanto2, Sapto Kuncoro2
ABSTRAK
Tomat adalah salah satu jenis sayuran buah yang banyak digemari orang karena rasanya enak, segar dan sedikit asam. Tomat setelah dipanen tetap melangsungkan proses kehidupan dengan melakukan aktivitas pernapasan (respirasi) dan metabolisme lainnya.  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>PERUBAHAN KANDUNGAN KIMIA DAN LAMA SIMPAN PADA KOMODITAS TOMAT (Lycopersicum esculentum MILL.) DALAM PENYIMPANAN ATMOSFER TERMODIFIKASI</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh<br />
Muhammad Rahmat Aminullah1, Rofandi Hartanto2, Sapto Kuncoro2</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>ABSTRAK</strong></p>
<p>Tomat adalah salah satu jenis sayuran buah yang banyak digemari orang karena rasanya enak, segar dan sedikit asam. Tomat setelah dipanen tetap melangsungkan proses kehidupan dengan melakukan aktivitas pernapasan (respirasi) dan metabolisme lainnya.  Selama proses ini dikeluarkan CO2 dan air, serta dikonsumsi O2 yang ada disekitarnya.  Proses respirasi ini antara lain bergantung pada suhu penyimpanan, konsentrasi O2 dan CO2 dalam udara penyimpanan.  Melihat permasalahan di atas, perlu dilakukan upaya penanganan pascapanen yang tepat  agar lama simpan dan proses pemasaran buah dapat lebih baikdan  tidak mudah rusak.  Salah satu cara untuk menghambat proses kerusakan buah adalah dengan cara penyimpanan pada suhu rendah yang dikombinasikan dengan teknik penyimpanan atmosfer termodifikasi. Penyimpanan atmosfer termodifikasi berarti memanipulasi komposisi oksigen, karbondioksida dan nitrogen yang dibuat berbeda dari atmosfer normal untuk penyimpanan produk.<br />
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan suhu penyimpanan dan jumlah konsentrasi kandungan O2 dan CO2 yang berbeda terhadap perubahan total padatan terlarut, total asam dan lama simpan buah tomat dalam  penyimpanan atmosfer termodifikasi.<br />
Laju respirasi tertinggi terjadi pada awal penyimpanan dengan konsentrasi O2 8% pada suhu 27oC sebesar 74,04 mg/kg.jam. Hasil penelitian menunjukkan model respirasi berdasarkan kinetika enzim Michaelis-Menten dengan CO2 sebagai inhibitor uncompetitive. Pada penyimpanan dengan konsentrasi CO2 1%, perubahan nilai TPT  buah sangat rendah bahkan nyaris konstan dengan nilai TPT tertinggi sebesar 4,76o Brix pada jam ke-336 dengan suhu penyimpanan 12oC.  Total asam buah tomat mengalami penurunan selama penyimpanan dengan laju penurunan tercepat pada perlakuan CO2 2%, O2 2% pada suhu 12oC. Pada perlakuan penyimpanan dengan CO2 1%, O2 4% pada suhu 12oC penurunan total asam berjalan lebih lambat dibandingkan dengan perlakuan yang lain.  Penyimpanan buah tomat pada suhu 27oC mempunyai umur simpan optimal 9 hari sedangkan penyimpanan pada suhu 12oC dan 18oC mempunyai umur simpan antara 6-20 hari. Buah tomat yang disimpan dengan kombinasi perlakuan CO2 1-2%, O2 4-8% pada suhu dingin memiliki umur simpan optimal selama 20 hari.</p>
<p><strong><em>Download Versi</em></strong> <a href="http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/10/PERUBAHAN-KANDUNGAN-KIMIA-DAN-LAMA-SIMPAN-PADA-KOMODITAS-TOMAT-_Lycopersicum-esculentum-MILL._-DALAM-PENYIMPANAN-ATMOSFER-TERMODIFIKASI.pdf"><img title="PDF-icon_30x30" src="http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/07/PDF-icon_30x30.gif" alt="PDF icon 30x30 PERUBAHAN KANDUNGAN KIMIA DAN LAMA SIMPAN PADA KOMODITAS TOMAT (Lycopersicum esculentum MILL.) DALAM PENYIMPANAN ATMOSFER TERMODIFIKASI" width="30" height="30" /></a> |  <a href="http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/10/PERUBAHAN-KANDUNGAN-KIMIA-DAN-LAMA-SIMPAN-PADA-KOMODITAS-TOMAT-Lycopersicum-esculentum-MILL.-DALAM-PENYIMPANAN-ATMOSFER-TERMODIFIKASI.doc"><img title="word-icon30x30" src="http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/07/word-icon30x30.jpg" alt="word icon30x30 PERUBAHAN KANDUNGAN KIMIA DAN LAMA SIMPAN PADA KOMODITAS TOMAT (Lycopersicum esculentum MILL.) DALAM PENYIMPANAN ATMOSFER TERMODIFIKASI"  /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://skripsi.unila.ac.id/2009/10/23/perubahan-kandungan-kimia-dan-lama-simpan-pada-komoditas-tomat-lycopersicum-esculentum-mill-dalam-penyimpanan-atmosfer-termodifikasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
